Kecelakaan Di Siang Hari

Tabrakan antara motor Shogun,  plat AB  yang dikendarai seorang ibu,  dengan motor Blitz plat yang dikendarai seorang bapak dengan putri kecilnya, yang terjadi pada hari Sabtu, 19 April 2008 siang hari pukul 11.45 WIB,di Jl. Godean,Km 7, Bantulan, Sidoarum, Godean.Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya luka-luka ringan pada kaki yang diderita oleh pengendara Shogun dan putri kecil dari pengendara motor Blitz yang luka pada bagian leher.

 

Kecelakaan tersebut terjadi ketika kedua  pengendara motor tersebut jalan dalam satu arah. Pengendara Shogun mengira  pengendara Blitz akan belok arah kiri teryata tidak, dan pengendara Shogun dengan kelajuan yang kencang menyerempet pengendara  Blitz di depannya. Sehingga keduannya jatuh. Kejadian ini sempat menjadi perhatian pengguna jalan ke arah Jojga, dan banyak juga yang berhenti untuk melihat kecelakaan itu.

 

Setelah 20 menit kejadian itu, terjadi kesepakatan antara kedua pengendara motor tersebut untuk menyelesaikan masalah secara damai. Karena sampai saat itu tidak ada polisi yang datang. Sehingga mereka menyelesaikan masalah itu sendiri, dan pihak yang diserempet pun tidak meminta ganti rugi.

 

 

Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Periode II Tahun Akademik 2007/2008

Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Periode II Tahun Akademik 2007/2008 Universitas Sanata Dharma, dihadiri oleh 600 peserta wisuda dari jumlah yang sebenarnya yaitu 825 peserta. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 April 2008, betempat di Rialino USD. Acara wisudanya sendiri dimulai pada pukul 09.00 WIB dan acara ditutup pada pukul 11.20 WIB.

Universitas Sanata Dharma tahun Akademik 2007/2008 meluluskan sekitar 825 wahasiswa dari berbagai jurusan diantaranya:

  1. Jurusan FKIP yang meliputi:

    • Program Bimbingan dan Konseling , 29 mahasiswa

    • Pendidikan Guru Sekolah dasar , 103 mahasiswa

    • Pendidikan Agama ,9 mahasiswa

    • Pendidikan Bahasa Inggris , 52 mahasiswa

    • Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah ,35 mahasiswa

    • Pendidikan Sejarah, 17 mahasiswa

    • Pendidikan Ekonomi, 28 mahasiswa

    • Pendidikan akuntansi, 72 mahasiswa

    • Pendidikan Matematika, 22 mahasiswa

    • Pendidikan Fisika, 11 mahasiswa

  2. Jurusan Sastra

    • Sastra Indonesia sebanyak 9 mahasiswa

    • Sastra Inggris, 46 mahasiswa

    • Ilmu Sejarah, 8 mahasiswa

    • Akuntansi ( murni ). 76 mahasiswa

    • Manajemen, 75 mahasiswa

  3. Studi Sain dan Teknologi

    • Teknik Mesin, 63 mahasiswa

    • Teknik Elektro, 32 mahasiswa

    • Teknik Informatika, 22 mahasiswa

    • Matematika , 8 mahasiswa

    • Fisika , 11 mahasiswa

  4. Studi Ilmu Komputer

Studi Ilmu Komputer , 27 mahasiswa

  1. Studi Farmasi, 1 mahasiswa

  2. Studi Psikologi, 71 mahasiswa

  3. Studi Teologi, 71 mahasiswa

  4. Paska Sarjana, 1 mahasiswa

  5. Studi Mgister dan Teologi

    • Studi Magister Ilmu Religi dan Budaya, 3 mahasiswa

    • Studi Magister Kajian Bahasa Inggris, 8 mahasiswa

Namun, dari 825 lulusan hanya sekitar 600 peserta wisuda yang hadir dalam acara wisuda saat itu. Salah satu alasan mengapa banyak peserta yang tidak hadir dalam acara wisuda tersebut yaitu mereka sudah ada yang bekerja.

Dalam acara itu dihadiri pula oleh orang tua dan kerabat para peserta wisuda, selain itu hal tersebut dimanfaatkan oleh banyak kalangan penjual diantaranya: para fotografer , penjual bunga, pedagang kaki lima. Hal tersebut menambah semaraknya acara wisuda saat itu, terutama saat acara berakhir semua sibuk mencari temannya, orang tua, mereka saling berpelukan dan juga saling mengucapkan selamat. Para fotografer tidak tinggal diam, mereka memanfaatkannya dengan menawarkan jasa mereka untuk mengabadikan moment tersebut sebagai kenang-kenangan.

 

 

Gigi patah akibat hindari Tosa

         Gigiku tinggal separuh. Itulah yang dialami teman kitga Aus Mulyanto salah satu mahasiswa  USD prodi PBSID.
Kejadian ini berawal pada suatu pagi ketika hendak berangkat kuliah. Pada pukul 06.45 WIB, hari Rabu tanggal 30 April 2008, Agus dengan motor Smas melaju di ring road utara setelah Monjali. Tiba- tiba di depan Agus ada montor Tosa, untuk menghindari terjadinya kecelakaan agus mengerem sepeda montornya secara mendadak dengan menggunakan rem depan, dan banting stir ke kiri.
Akibatnya agus jatuh dan terluka pada bagian lutut dan gigi seri bagian atas patah tinggal separuh. Sedangkan sepeda motornya rusak pada bagian bodi kiri dan kaca spion yang baru dibelinya juga ikut pecah. Satu hal yang membuat teman kita Agus bahagia, dia bias selamat dan hanya luka ringan saja meskipun dia merasa aneh dengan gigi barunya.

Yanti Tri Hantini/ 06 1224 069

Solar Naik Pengusaha Kecil Resah

meskipun BBM belum resmi dinaikan, namun masyarakat sudah resah dan bingung karena harga di kios-kios yang mengecer BBM telah menaikan hargasendiri.
    Hal ini dirasakan oleh Ibu Sumilah ( 50) warga desa Sayangan, Banjararum, Kaliawang Kulon Progo. Jumat pagi 9 Mei 2008, Ibu Sumilah bingung mencari Solar karena persediaan untk usaha penggilingan padi milikny telah habis, padahal pagi itu warga setempat yang datang untuk menggilingkan padinya sudah antri.setelah mencari di tempat langganan biasanya Bu Sumilah yang juga habis, terpaksa harus keliling desa Dekso.beruntung Bu Sumilah masih bisa mendapatkan Solar di tempat Pak Pono (53)di desa Ngipik Rejo, Banjararum Kalibawabang dengan harga Rp 5000,-. Harga yang semula Rp 4700,-. ” Untung masih ada solar, meski hargannya naik, besok ga tau masih atau tidak,nek tidak punya solar ya tutup” itulah yang dikataknya.
     esok harinya Sabtu ( 20/5) Bu Sumilah kembali membeli, “teryata baru selang satu hari harga solar wes mundak Rp 500,-” ucapnya. terntaya naiknya harga solar di picu oleh sulitnya para pengecer untuk membeli di Pom setempat bahkan tidak diperblehkn membeli dengan membawa jurigen.jika ingin membeli untuk Usaha harus meminta mengurus surat ijin ke kelurahan.

Bensin Mahal

 

   “Edan, bensin larang, Rp 6000,- jal” itulah yang di ucapkan Agus ( 32).Selasa, 6 Mei 2008, ketika itu motornya macet di Desa Kedondong, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progokarena kehabisan bensin dan tidak bisa pulang kerumahnya terpaksa  menginap di rumah salah satu temannya.
   ” Saya harus keliling desa Dekso untuk mendapakan satu liter bensin,akhirnya dapat di kiosnya Pak Pono, tapi kog harganya naiknya Rp 1250,-“itulah yang diucapkan Agus. Hal ini juga dirasakan oleh pengendara motor yang alin.
     para pengecer menaikkan harga dengan alasan mereka tidak bisa bebas seperti dulu. kalau beli di pom kemarin-kemari sebelum ada rencana kenaikan BBM masih boleh bawa jurigen,setelah ada rencana kenaikan BBM mereka harus membeli bensin dengan menggunakan sepeda motor atau mobil setelah sampai dirumah disedot, mereka menaikkan harga karena alasan trsebut meskpun di POM sendiri belum naik.

Antrian Panjang SPBU “Kampus”

                                                                                                                                                                                                                           Puluhan pengendara sepeda motor dan mobil, terlihat mengantri pada Sabtu sore 23 Mei 2008   pukul      17.00 WIB, untuk membeli bensin di SPBU 44.552.12.KAMPUS Jl,Prof.Dr. erman Yohanes no.1 Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan nama POM SAGAN.
    Antrian ini terjadi ketika para pengguna motor mendengar bahwa, BBM akan naik pada malam Sabtu tanggal 23 Mei 2008. Hal tersebut membuat pengguna motor dan mobil rela antri sepanjang 20 meter dari arah barat pintu masuk SPBU sampai ke tempat pengisian untuk mendapatkan bensin.
    Mereka rela antri karena harga BBM eceran sudah naik lebih dulu

Pementasan Drama “Suminten Edan”PGSD, IV A

”Suminten Edan” itulah judul drama yng dipentaskan oleh mahasiswa PGSD IV A. Drama tersebut digelar di Aula USD, pada malam Rabu, tanggal 6 Mei 2008. dalam acara tersebut dihadiri oleh bapak Hengki Irawan dan juga mahasiswa dari beberapa jurusan.

Panitia penyelenggara drama ” Suminten Edan” bagi para wanitanya semua mengenakan ( berpakaian) kebaya, dan buku tamunya pun berbeda. Jika pementasan drama yang lain buku tamu menggunakan buku atau daftar hadir, mereka tidak demikian, penonton yang datang tanda tangan diatas kertas dan penonton yang datang lumayan banyak.

Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB, dan diawali dengan pembukaan yang dibawakan oleh dua MC, yang memperkenalkan para pemain, panita dan juga dosen yang hadir, acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan drama ” Suminten Edan”, pementasan dramanya sendiri berlangsung selama 1 jam 15 menit dan acara diakhiri dengan pengundian hadiah yang telah disediakan.

Sinopsis drama ” Suminten Edan”

Warok Suro Menggolo, orang yang terkenal kaya raya, ditakuti banyak orang di daerahnya ini mempunyai seorang anak perempuan satu-satunya yang bernama Suminten. Warok Suro Menggolo dan Nyi Warok ( istrinya) sedang membicarakan tentang putri satu-satunnya. Warok merasa ada yang kurang dalam hidupnya, dia merasa bahwa sampai saat ini dia belum mempunyai menantu.dan percakapan itu didengar oleh emban dan Darmajdi( pembantu di rumah Warok)

Darmajdi mengusulkan kepada majikannya agar mengadakan sayembara untuk mendapatkan calon menantu untuk Suminten. Setelah dipikir dan dibicarakan bersma istrinya Warok akhirnya menerima usul Darmadji. Woro-woro ( Undang-Undang) di siarkan dengan syarat bahwa untuk menjdai menantu Warok Suro Menggolo adalah lelaki yang masih perjaka dan kaya raya.

Suminten yang mendengar rencana ayahandanya merasa sedih. Dia tidak setuju dengan rencana tersebut. Hal itupun diutarakanya pada darmadji, yang diinginkannya adalah orang yang mencintai dan menyanyanginya.

Tiba waktunya sayembara diadakan. Hanya ada tiga peserta sayembara, yaitu: pemuda Cina, Ki Joko Pinter dan Renaldi S.H seorang pengacara dan memiliki beberapa perusahaan. Peserta dari Cina dan Ki Joko Pinter gagal dalam tes keperjakaan, dan akhirnya yang berhasil terpilih menjadi menantu Warok Suro Menggolo adalah Renaldi.

Warok memerintahkan embannya untuk memanggil Suminten untuk bertemu dengan calon suaminya. Pada saat masuk kedalam ternyata Suminten tidak ada di kamarnya, embanya mengatakan bahwa Suminten kini telah Edan ( gila ). Warok suro menggolo dan istrinya sangat terpukul sementara itu Renaldi tidak mau menjadi suami dari manita gila.

Suminten berjalan ke desa bertemu banyak orang dan juga teman-temannya, mereka takut melihat suminten yang menjadi gila. Pada saat bersamaan Warok bersama istri dan embannya menemukan putrinya yang gila. Mereka berusaha menyadarkan Suminten namun tidak berhasil. Darmadji mengatakan kepada tuannya bahwa putrinya seperti itu akibat dari ayahnya yang tidak pernah peduli dengan perasaan putrinnya, egois dan menang sendiri dan Suminten bisa sembuh jika ada kasih sayang . Setelah berusaha disembuhkan akhirnya Suminten sadar .

Pada saat Suminten sadar dia mnegatakan bahwa sebenarnya dia tidak gila, dia hanya pura-pura saja, karena suminten tidak mau menikah dengan orang yang tidak dicintainnya. Selama ini dia mencintai Darmadji pembantu dirumahnya dan begitu juga dengan Darmadji. Hal itu membuat murka Warok Suro Mengolo, namun pada akhirnya Suminten dan Darmadji berhasil menyadarkan ayahannya, sehingga mereka setuju dengan keputusan Suminten dan merestui pernikaan putrinnya.

Itulah sekilas cerita dari pementasan ” Suminten Edan”. Sebenarnya dilihat dari judulnya saja cerita tersebut sangat menarik. Pada awal cerita tidak begitu menarik namun pada pertengahan cerita muncul tokoh banci dan hal inilah yang menjadikan cerita tersebut menarik. Sebenarnya drama ini diambil dari cerita atau ludruk yang berasal dari Ponorogo, dengan judul yang sama dan ceritannya sangat menarik.

Yanti Tri hantini

06 1224 069/ 06 Mei 2008

berita I, Seputar kampus

Bazaar Kerajinan UMKM

Bazaar, yang diselenggarakan Universitas Sanata Dharama pada hari Kamis, 24-24 April 2008, yang dimulai pada pukul 07.00-18.00 WIB, dengan tema ” Bersatu dalam Mempromosikan Industri UMKM Provinsi DIY”. Bazaar digelar di halaman gedung Administrasi Pusat USD. Panitia menyediakan 30 kapling, yang dibagi dua, 15 kapling untuk mahasiswa dan 15 kapling disediakan untuk peserta dari luar.

Bazaar tersebut diikuti oleh pengrajin dari beberapa daerah diantaranya, dari Kulon Progo, Bantul dan Sleman. Selain itu juga dikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Manajemen, USD.

Kerajinan dari Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, yang merupakan pusat kerajinan dengan bahan baku Agel. Dengan hasil berupa berbagai macam bentuk diantaranya, tas,topi,kursi,lampu,taplak,vas bunga, dompet, toples, bingkai foto, dan masih banyak lagi. Pewarna yang digunakan berupa bahan-bahan alami dari tanaman.

Sendangsari, Pajangan, Bantul, memamerkan hasil kerajinan dalam bentuk ukiran atau pahatan yang terbuat dari kayu sengon, dan kayu-kayu yang lain.Hasil pahatannya berupa: topeng, wayang, souvenir, cat sunggih, batik, asbak, cermin, mangkok kecil, patung binatang seperti angsa, bebek, kura-kura, dan sebagainya. Kerajinan tersebut bisa dikatakan indah dan menarik karena diberi sentuhan batik dan benar-benar kelihatan budaya jawanya. Harganya berkisar dari Rp 3000,00 sampai 2 juta untuk ukuran topeng yang besar.

Sementara itu dari mahasiswa Fakultas Ekonomi, memamerkan pakaian–pakaian, asesoris dan yang lain.

Peserta bazaar yang berasal dari Sleman, memamerkan minuman dalam bentuk teh yang berasal dari mahkota dewa, yang memiliki banyak khasiat untuk mengobati berbagai penyakit dan juga makanan yang berupa donat.

Bazaar yang diselenggarakan USD saat ini , bekerja sama dengan beberapa pihak diantaranya, Bank BPD DIY, Masdha FM, Yasika FM, Petra FM, dan RBTV.

Menurut informasi dari para peserta, bazaar akan selesai pada hari Sabtu, bertepatan dengan pelaksanaan wisuda mahasiswa USD, yang dilaksanakan pada hari itu juga dan bertempat di panggung dan lapangan realino USD yang tidak jauh dari lokasi bazaar.

 

” COKOT”

Siang itu cuaca sangat cerah. Hari itu di suatu halaman telah berkumpul beberapa anak-anak kecil usia sekolah dasar. Mereka berkumpul untuk bermain bersama-sama. Mereka bermain besama-sama meskipun meraka berasal dari daerah dan adat yangberbeda.

Nampak dua orang anak, yang satu bernama Salun. Dia berasal dari daerah sunda atau Jawa Barat, dia pandai berbahasa sunda, jawa dan bahasa indinesia. Sedangkan yang satu lagi bernama Welius dari namanya sudah kelihatan kalau dia bukan anak jawa maupun sunda melainkan ptra daerah Papau dari suku Wamena. Meskipun Welius asli putra daerah Papaua tapi dia tidak bisa berbahsa atau berbicara debgan bahasa asli wamena. Dia justru bisa berbicara dengan bahasa jawa dan bahasa indonesia. Kedua anak ini berteman sangat akrab, meski mereka berbeda.

Ketika itu mereka berencana akan membuat sebuak panggung yang terbuat dari batang-batang kayu yang nantinya panggung itu bisa digunakan untuk bermain dan berteduh. Salah satu anak yang bernama salun mulai menebang batang-batang kayu. Sementara Welius sibuk mengumpulkjan kayu-kayu itu dan mencari tali dari pohon yang merambat. Tiba-tiba salun menyuruh Welius untuk mengambilkan sesuatu

Salun : “Welius, tolong ambilkan bedok eta.”( bedok dalam bahsa Sunda adalah parang, sedangkan eta artinya itu.)

Welius merasa bingung apa yang diminta oleh temannya itu karena dia tidak tau apa itu bedok.diapun bertanya

Welius : ” Lun, bedok itu apa?.”

Salun :” Itu yang dekat kaki kamu!”

Welius melangkah dan mengambil parang yang di maksud oleh Salun dan menunjukkan kepada Salun” Parang ini to!”.

Salun : iya

Salun kemudian mengambil tebu yang ada di dekatnya dan memakanya bersama Welius.

Salun :” Wel, tebunya amis ya”

Welius : ” Apanya? ( sambil mencium tebunya ) memangnya ada tebu yang amis ya? Jangan-jangan tanganmu yang amis, pasti kamu makan pake gereh( sambil tertawa karena menganggap ucapan salun aneh

Salun : “Enak aja! Aku ga makan pake ikan asin umikku masak jengkol!

Welius semakin tidak mengerti perkataan temannya. Kemudian bertanya ” Terus tebunya amis kenapa?” salun dengan jengkel berkata ” Amis itu Manis bukan bau amis!dasar welius embelen( ingusan).

Mereka tetap meneruskan pekerjaan mereka. Ketika mulai menggali-gali tanah terlihat Salun bingung mencari sesuatu dan akhirnya menyuruh Welius

Salun : “Wel, cokotken itu” sambil menunjukkan telunjuk jarinya

Dengan perasaan takut bdan bingung Welius melangklah mendekati Salun dan kemudian dia menggigit jarinya Salun. Karena kesakitan salun berteriak dan berkata

Goblok! Ya maneh, kenapa jari ku kamu gigit. Cepat cokotkan linggis itu dan bawa kesini. Welius bertambah bingung dengan terpakasa dia pergi untuk nmengambil linggis dalam hatinya orang kok aneh linggis kok disuruh gigit emangnya roti!”. Kemudian dia menggigit linggis itu dan hendak dibawa ke temanya namun dia tidak biasa dan berkata” Lun aku ga biasa, kumu itu aneh! Masak linggis suruh ngigit, gigiku kan sakit”. Salun yang mendengar ucapanya dan melihat apa yang dilakukan temanya tertawa terbaha-bahak sambil berkata ” kamu itu salah, maksudku cokot itu diambil bukan digigit”. Mendengar keterangan dari salun Welius hanya cengar-cengir malu sendiri.

 

Salah Ambil

Dua anak lelaki usia sekolah SMP Bambang dan Bagus, mereka dikenal anak-anak yang baik tapi jail. ketika sore hari mereka berjalan hendak ke rumah salah satu temanya Yanto, sesampainya di depan rumah  Yanto, mereka melihat sesuatu,  tibul suatu rencana dibenak mereka berdua. Bagus pergi mengambil daun yang ada dibelakang rumah Yanto, setelah itu kembali ketempat semula mereka menemukan sesuatu. Sesuatu itu oleh mereka dibungkus seperti nasi bungkus, yang kemudian diletakkan dipagar pinggir jalan. Mereka berdua mengitip dari jauh,  tampak ada yang lewat, Bu Darim orang yang latah dan suka open-open, dia melihat ada bungkusan dipagar dan dipikirnya itu bungkusan nasi ketan yang biasa dijual oleh penjual kue, diambilnya bungkusan itu. dari kejahuan bagus dan bambang melihat dan tertawa, terdengar oleh bu Darim, eh do nopo kok cekikikan. bagus dan bambang, terseyum-senyum geli, sambil bertanya  “Nyung( sapaan akrab Bu darim) sampean ki nopo? Kuwi opo?”, Bu Darim menyawab, “Iki aku nemu panganan, arep po?”. Bagus “Mboten, isine nopo?”, Budarim kemudian membuka, disamping bagus dan bambang yang menahan tawa geli. kira-kira apa ya? …, ternyata yang ada dalam bungkusan itu adalah tlethong alias tahi sapi yang masih basah. BU Darim dengan latahnya,” ee thai..thai..thai, ooo garapi biyungane yo, yowes kene tak gowone bali” sambil tertawa bersama Bambang dan bagus, karena bu Darim melihat Yanto yang duduk di tanah didepan rumahnya yang tertawa sambil sampai kencing dicelana dan Bu Darim ga  pernah marah kalau dikerjain.

« Older entries